Selasa, 21 Juni 2016

MIE SAYUR



LAPORAN PENGEMBANGAN PRODUK

MATA PELAJARAN

PRODUKSI HASIL NABATI DAN PENGEMASAN

“ MIE SAYUR”










Disusun Oleh:

1.      DEA SHOFIANA LATHIFAH        09 / 8349 / 3 TPHP 3

2.      NUZUL MAHFUD                           24 / 8575 / 3 TPHP 3





PEMERINTAH KABUPATEN TEMANGGUNG

DINAS PENDIDIKAN

SMK N 1 (STM PEMBANGUNAN) TEMANGGUNG

PROGRAM STUDI KEAHLIAN

AGRIBISNIS HASIL PERTANIAN

KOMPETENSI KEAHLIAN

TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN

Jl. Kadar Maron, Kotak Pos 104,

Telp/Fak (0293)4901639 Temanggung 56221

TEMANGGUNG

2015 / 2016



KATA PENGANTAR



Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta karunia-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan pengembangan produk “MIE SAYUR”

Laporan ini merupakan salah satu beban pembelajaran pada bidang studi mata pelajaran Produksi Hasil Nabati dan Pengemasan bidang keahlian Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian tingkat III Semester VI tahun pembelajaran 2015 / 2016 di SMK N 1 (STM Pembangunan) Temanggung.

Keberhasilan laporan ini tidak lepas dari pihak pihak yang telah membantu, maka penyusun ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1.      Drs. Purwono selaku kepala sekolah SMK Negeri 1 (STM Pembangunan) Temanggung

2.      Anna Juzanah, S.TP selaku pembimbing dan guru mata diklat Produksi Hasil Nabati dan Pengemasan

Namun demikian laporan ini jauh dari sempurna, oleh karena itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun dan bermanfaat. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua.







Penyusun

Temanggung,       April 2016                                                 










BAB I
PENDAHULUAN
1.1.         Latar Belakang
Banyak anak kecil yang kurang menyukai makan sayuran. Dengan cara memasukan sayuran dalam adonan mie, dapat membuat anak-anak suka makan sayuran. Sayang sekali bila anak- anak kurang makan sayur, karena sayur memiliki banyak manfaat bagi pertumbuhan anak-anak. Karenanya penting untuk membuat mereka mau makan sayur. Selain itu mie juga banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia terutama orang-orang yang memiliki sedikit waktu luang suhingga tidak sempat untuk memasak.

1.2.         Sayuran
Sayuran merupakan sebutan umum bagi bahan pangan asal tumbuhan yang biasanya mengandung kadar air tinggi dan dikonsumsi dalam keadaan segar atau setelah diolah secara minimal. Sebutan untuk beraneka jenis sayuran disebut sebagai sayur-sayuran atau sayur-mayur. Sejumlah sayuran dapat dikonsumsi mentah tanpa dimasak sebelumnya, sementara yang lainnya harus diolah terlebih dahulu dengan cara direbus, dikukus atau diuapkan, digoreng (agak jarang), atau disangrai. Sayuran berbentuk daun yang dimakan mentah disebut sebagai lalapan.
Sayuran dikonsumsi dengan cara yang sangat bermacam-macam, baik sebagai bagian dari menu utama maupun sebagai makanan sampingan. Kandungan nutrisi antara sayuran yang satu dan sayuran yang lain pun berbeda-beda, meski umumnya sayuran mengandung sedikit protein atau lemak, dengan jumlah vitamin, provitamin, mineral, fiber dan karbohidrat yang bermacam-macam. Beberapa jenis sayuran bahkan telah diklaim mengandung zat antioksidan, antibakteri, antijamur, maupun zat anti racun.
Namun, seringkali sayuran juga mengandung racun dan antinutrients seperti α-solanin, α-chaconine , enzim inhibitor (dari cholinesterase, protease, amilase, dsb), sianida dan sianida prekursor, asam oksalat, dan banyak lagi. Tergantung pada konsentrasi, senyawa tersebut dapat mengurangi sifat dpt dimakan, nilai gizi, dan manfaat kesehatan dari diet sayuran. Memasak dan/atau pengolahan lainnya mungkin diperlukan untuk menghilangkan atau mengurangi mereka.
Warna hijau yang ada pada daun sayuran berasal dari adanya pigmen klorofil (zat hijau daun). Klorofil ini dipengaruhi oleh pH (keasaman) dan berubah warna menjadi hijau olive dalam kondisi asam, dan berubah menjadi hijau cerah dalam kondisi basa. Sejumlah asam tadi dikeluarkan dari batang sayuran dalam proses memasak, khususnya bila dimasak tanpa penutup. Salah satu sayur yang mengandung klorofil adalah bayam.
Bayam (Amaranthus spp.) merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik namun sekarang tersebar ke seluruh dunia. Tumbuhan ini dikenal sebagai sayuran sumber zat besi yang penting. Terutama bayam paling banyak mengandung zat besi dan serat, dimana kedua senyawa tersebut banyak memberikan manfaat bagi kesehatan.
Klasifikasi ilmiah bayam
Kingdom
Plantae
Divisi
Magnoliophyta
Kelas
Magnoliopsida
Ordo
Caryophyllales
Famili
Amaranthaceae
Upafamili
Amaranthoideae
Genus
Amaranthus L.
Spesies
A. hybridus
A. tricolor
A. blitum
A. spinosus

Bayam sebagai sayur hanya umum dikenal di Asia Timur dan Asia Tenggara, sehingga disebut dalam bahasa Inggris sebagai Chinese amaranth. Di Indonesia dan Malaysia, bayam sering disalahartikan menjadi "spinach" dalam bahasa Inggris (mungkin sebagai akibat penerjemahan yang dalam film kartun Popeye), padahal nama itu mengacu ke jenis sayuran daun lain - lihat Bayam (Spinacia).
Di tingkat konsumen, dikenal dua macam bayam sayur: bayam petik dan bayam cabut. Bayam petik berdaun lebar dan tumbuh tegak besar (hingga dua meter) dan daun mudanya dimakan terutama sebagai lalapan (misalnya pada pecel, gado-gado), urap, serta digoreng setelah dibalur tepung. Daun bayam cabut berukuran lebih kecil dan ditanam untuk waktu singkat (paling lama 25 hari), lebih cocok untuk dibuat sup encer seperti sayur bayam dan sayur bobor. Bayam petik biasanya berasal dari jenis A. hybridus (bayam kakap) dan bayam cabut terutama diambil dari A. tricolor. Jenis-jenis lainnya yang juga dimanfaatkan adalah A. spinosus (bayam duri) dan A. blitum (bayam kotok).
Kandungan besi pada bayam relatif lebih tinggi daripada sayuran daun lain (besi merupakan penyusun sitokrom, protein yang terlibat dalam fotosintesis) sehingga berguna bagi penderita anemia.
Beberapa kultivar A. tricolor memiliki daun berwarna merah atau putih dan dipakai sebagai tanaman hias, meskipun dapat pula disayur. Jenis tanaman hias lainnya adalah A. caudatus karena tandan bunganya berwarna merah panjang menggantung seperti ekor. Di tempat asalnya, bayam dimanfaatkan bijinya (bayam biji) sebagai sumber karbohidrat.
Bayam juga mengandung beberapa vitamin dalam jumlah yang sangat baik, seperti vitamin K, vitamin C, vitamin E dan vitamin A. Tak hanya itu, beberapa keluarga dari vitamin B Kompleks yang sangat penting juga ditemukan dalam bayam, seperti vitamin B6, riboflavin, juga mengandung jejak thiamin dan niacin . Bayam mengandung 23 kalori untuk 100 gramnya. Satu porsi Bayam (100g) mengandung Nutrisi 2,3 gram protein, 3,2 gram karbohidrat, 3 gram zat besi dan 81 gram kalsium. Bayam juga kaya berbagai vitamin dan mineral, termasuk vitamin A, vitamin C, niacin, thiamin, phosphorus, riboflavin, sodium, kalium dan magnesium. Sehingga bayam bermanfaat dalam kesehatan tubuh, diantaranya adalah:
a.       Melawan Sel Kanker
Nutrisi dari Vitamin A dan C ditambah serat, folic acid, dan 13 jenis flavonoid yang berbeda ditemukan dalam bayam sangat bermanfaat dalam melawan sel kanker. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kandungan tersebut menurunkan resiko kanker sebesar 34%, terutama pada kanker payudara, kanker leher rahim, kanker prostat, kanker kulit dan kanker perut.
b.      Anti-inflamasi (Peradangan)
Bayam mengandung sifat alkalinity tinggi yang menjadi sayuran pilihan yang sempurna, makanan untuk orang yang menderita penyakit inflamasi, seperti rheumatoid arthritis dan osteoarthritis.
c.       Mengurangi Resiko Penyakit Cardiovascular
Bayam merupakan sumber folate yang baik, yang dapat mengurangi homocysteine, amino acid yang ditemukan dalam darah. Tinggi tingkat homocysteine merupakan faktor resiko untuk penyakit cardiovascular. Bayam juga mengandung choline dan inositol, yang membantu mencegah pengerasan pembuluh darah.
d.      Menurunkan Tekanan Darah Tinggi
Bayam kaya akan kalium dan rendah sodium. Tingkat seimbang mineral ini sangat bermanfaat bagi penderita tekanan darah tinggi, dimana kalium menurunkan dan kadar sodium meningkatkan. Folate ditemukan dalam bayam juga dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi dan melancarkan pembuluh darah, dengan demikian mempertahankan aliran darah yang tepat.
e.       Mencegah Osteoporosis
Secangkir daun bayam segar menyediakan Nutrisi hampir 200% dari nilai harian untuk vitamin K. Jumlah tinggi vitamin k dalam bayam sangat penting untuk memberikan asupan kalsium dalam tulang, sehingga penting untuk mencegah osteoporosis. Selain itu, mineral lainnya seperti magnesium yang hadir, zinc, copper dan phosphorus dalam bayam juga membantu dalam membangun tulang yang kuat.
f.       Mencegah Diabetes, Menstabilkan Gula Darah
Bayam juga sangat berguna bagi orang yang menderita diabetes. Magnesium ditemukan dalam bayam membantu mencegah komplikasi yang terjadi setelah diabetes. Konsumsi rutin bayam membantu menstabilkan gula darah dan mencegah dari berfluktuasi terlalu banyak.
g.      Mencegah Anemia
Bayam merupakan sumber yang sangat baik dari zat besi. Jumlah yang tinggi zat besi dalam bayam sangat bermanfaat dalam mencegah anemia. Zat besi membantu regenerasi atau memperbanyak sel-sel darah merah, yang membawa oksigen ke setiap bagian dari tubuh.
h.      Baik untuk Menurunkan Berat Badan
Bayam mengandung sejumlah besar zat besi yang meningkatkan metabolisme serta jumlah oksigen yang mengalir melalui tubuh Anda. Hasilnya, tubuh membakar lebih banyak lemak sehingga menurunkan berat badan.
i.        Meningkatkan Penglihatan
Bayam merupakan sumber Nutrisi yang kaya Lutein, carotenoid yang dikenal untuk membantu melindungi terhadap katarak dan lainnya yang berkaitan dengan usia degenerasi macular. Bayam juga kaya vitamin A, yang membuatnya sangat bermanfaat untuk penglihatan.
j.        Pertahankan Gastrointestinal (Usus) Yang Sehat
Beta-caroten dan vitamin C yang terkandung dalam bayam bekerja untuk melindungi sel-sel usus besar dari efek berbahaya terhadap radikal bebas. Folate ditemukan dalam bayam juga membantu mencegah mutasi dan kerusakan DNA dalam sel usus.
k.      Lindungi Kulit Terhadap Sinar UV
Vitamin B dalam bayam membantu dalam melindungi kulit dari sinar matahari terutama UV. Ini memastikan memiliki kulit bersinar sehat.
l.        Mempromosikan Kehamilan Sehat
Tumbuhnya janin memerlukan folate untuk pengembangan yang tepat dari sistem saraf baru. Vitamin A ditemukan dalam bayam juga dibutuhkan dalam pengembangan paru-paru janin dan selama menyusui.
m.    Mencegah Penyakit Alzheimer
Rendahnya tingkat vitamin B12 atau folate mungkin memiliki resiko lebih tinggi terkena penyakit Alzheimer dan bayam kaya akan kedua nutrisi penting ini, sehingga membantu mencegah resiko penyakit Alzheimer.
n.      Memperlambat Proses Penuaan
Bayam juga dikenal sebagai sayuran anti-penuaan yang memperlambat degenerasi terkait usia dan mencegah penuaan dini.
o.      Mengobati Pendarahan Gusi
Sebuah campuran bayam dan jus wortel sangat membantu dalam mengobati gusi berdarah yang disebabkan oleh kekurangan vitamin C dan asupan gula terlalu banyak.
1.3.         Serealia
Serealia dikenal juga sebagai sereal atau biji-bijian (bahasa Inggris: cereal) adalah sekelompok tanaman yang ditanam untuk dipanen biji atau bulirnya sebagai sumber karbohidrat/pati.
Kebanyakan serealia merupakan anggota dari suku padi-padian dan disebut sebagai serealia sejati. Anggota yang paling dikenal dan memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga dikenal sebagai serealia utama adalah padi, jagung, gandum, gandum durum, jelai, haver, dan gandum hitam. Beberapa tanaman penghasil bijian yang bukan padi-padian juga sering disebut serealia semu (pseudocereals); mencakup buckwheat, bayam biji (seed amaranth), dan kinoa. Beberapa serealia juga dikenal sebagai pakan burung berkicau, seperti jewawut dan berbagai jenis milet. Walaupun menghasilkan pati, tanaman seperti sagu, ketela pohon, atau kentang tidak digolongkan sebagai serealia karena bukan dipanen bulir/bijinya.

Serealia dibudidayakan secara besar-besaran di seluruh dunia, melebihi semua jenis tanaman lain dan menjadi sumber energi bagi manusia dan ternak. Di sebagian negara berkembang, serealia seringkali merupakan satu-satunya sumber karbohidrat. Istilah "serealia" diambil dari nama dewi pertanian bangsa Romawi: Ceres.

Gandum (Triticum spp.) adalah sekelompok tanaman serealia dari suku padi-padian yang kaya akan karbohidrat. Gandum biasanya digunakan untuk memproduksi tepung terigu, pakan ternak, ataupun difermentasi untuk menghasilkan alkohol. Pada umumnya, biji gandum (kernel) berbentuk opal dengan panjang 6–8 mm dan diameter 2–3 mm. Seperti jenis serealia lainnya, gandum memiliki tekstur yang keras. Biji gandum terdiri dari tiga bagian yaitu bagian kulit (bran), bagian endosperma, dan bagian lembaga (germ).

Klasifikasi Ilmiah gandum
Kingdom
Plantae
Divisi
Magnoliophyta
Kelas
Liliopsida
Ordo
Poales
Famili
Poaceae
Genus
Triticum L.
Spesies
T. aestivum
T. aethiopicum
T. araraticum
T. boeoticum
T. carthlicum
T. compactum
T. dicoccoides
T. dicoccon
T. durum
T. ispahanicum
T. caramyschevii
T. macha
T. militinae
T. monoccocum
T. polonicum
T. spelta
T. sphaerococcum
T. timopheevii
T. turanicum
T. turgidum
T. urartu
T. vavilovii
T. zhukovskyi
Gandum merupakan makanan pokok manusia, pakan ternak dan bahan industri yang mempergunakan karbohidrat sebagai bahan baku [2]. Gandum dapat diklasifikasikan berdasarkan tekstur biji gandum (kernel), warna kulit biji (bran), dan musim tanam. Berdasarkan tekstur kernel, gandum diklasifikasikan menjadi hard, soft, dan durum. Sementara itu berdasarkan warna bran, gandum diklasifikasikan menjadi red (merah) dan white (putih). Untuk musim tanam, gandum dibagi menjadi winter (musim dingin) dan spring (musim semi). Namun, secara umum gandum diklasifikasikan menjadi hard wheat, soft wheat dan durum wheat.
a.          T. aestivum (hard wheat)
T. aestivum adalah spesies gandum yang paling banyak ditanam di dunia dan banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan roti karena mempunyai kadar protein yang tinggi. Gandum ini mempunyai ciri-ciri kulit luar berwarna coklat, bijinya keras, dan berdaya serap air tinggi. Setiap bulir terdiri dari dua sampai lima butir gabah.
b.         T. compactum (soft wheat)
T. compactum merupakan spesies yang berbeda dan hanya sedikit ditanam. Setiap bulirnya terdiri dari tiga sampai lima buah, berwarna putih sampai merah, bijinya lunak, berdaya serap air rendah dan berkadar protein rendah. Jenis gandum ini biasanya digunakan untuk membuat biskuit dan kadang-kadang membuat roti.
c.          T. durum (durum wheat)
T. durum merupakan jenis gandum yang khusus. Ciri dari gandum ini ialah bagian dalam (endosperma) yang berwarna kuning, bukan putih, seperti jenis gandum pada umumnya dan memiliki biji yang lebih keras, serta memiliki kulit yang berwarna coklat. Gandum jenis ini digunakan untuk membuat produk-produk pasta, seperti makaroni, spageti, dan produk pasta lainnya.
Tepung terigu adalah tepung atau bubuk halus yang berasal dari bulir gandum, dan digunakan sebagai bahan dasar pembuat kue, mi dan roti. Kata terigu dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa Portugis, trigo, yang berarti "gandum".
Tepung terigu mengandung banyak zat pati, yaitu karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air. Tepung terigu juga mengandung protein dalam bentuk gluten, yang berperan dalam menentukan kekenyalan makanan yang terbuat dari bahan terigu. Tepung terigu juga berasal dari gandum, bedanya terigu berasal dari biji gandum yang dihaluskan, sedangkan tepung gandum utuh (whole wheat flour) berasal dari gandum beserta kulit arinya yang ditumbuk.
Tepung Terigu adalah bahan makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.  Tepung Terigu mengandung energi sebesar 365 kilokalori, protein 8,9 gram, karbohidrat 77,3 gram, lemak 1,3 gram, kalsium 16 miligram, fosfor 106 miligram, dan zat besi 1 miligram.  Selain itu di dalam Tepung Terigu juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,12 miligram dan vitamin C 0 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Tepung Terigu, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.
Manfaat dari tepung terigu jika kita mengkonsumsinya secara teratur adalah sebagai berikut:
a.       Dapat membantu menurunkan berat badan lebih efektif,
b.      Dapat menurunkan kadar kolesterol yang tinggi,
c.       Untuk yang ingin mengurangi porsi makan, terigu ini bisa sangat membantu sebab dapat membuat kita kenyang lebih lama,
d.      Menghindarkan diri dari hipertensi dan tekanan darah tinggi,
e.      Sehat untuk jantung dan untuk tubuh secara keseluruhan.

Pemanfaatan terigu sebagai bahan makanan sudah sangat diterapkan dengan baik oleh masyarakat. Mulai dari dikreasikan menjadi berbagai jenis kue, roti, cake, wafer, dan berbagai jenis olahan lain. Berbagai kue tradisional khas Indonesia pun dibuat dengan bahan dasar terigu.

1.4.         Sagu
Sagu adalah tepung atau olahan yang diperoleh dari pemrosesan teras batang rumbia atau "pohon sagu" (Metroxylon sagu Rottb.). Tepung sagu memiliki karakteristik fisik yang mirip dengan tepung tapioka. Dalam resep masakan, tepung sagu yang relatif sulit diperoleh sering diganti dengan tepung tapioka sehingga namanya sering kali dipertukarkan, meskipun kedua tepung ini berbeda.

Sagu merupakan makanan pokok bagi masyarakat di Maluku dan Papua yang tinggal di pesisir. Sagu dimakan dalam bentuk papeda, semacam bubur, atau dalam olahan lain. Sagu sendiri dijual sebagai tepung curah maupun yang dipadatkan dan dikemas dengan daun pisang. Selain itu, saat ini sagu juga diolah menjadi mi.

Sebagai sumber karbohidrat, sagu memiliki keunikan karena diproduksi di daerah rawa-rawa (habitat alami rumbia). Kondisi ini memiliki keuntungan ekologis tersendiri, walaupun secara ekonomis kurang menguntungkan (menyulitkan distribusi).
Tepung sagu kaya dengan karbohidrat (pati) namun sangat miskin gizi lainnya. Ini terjadi akibat kandungan tinggi pati di dalam teras batang maupun proses pemanenannya.
Seratus gram sagu kering setara dengan 355 kalori. Di dalamnya rata-rata terkandung 94 gram karbohidrat, 0,2 gram protein, 0,5 gram serat, 10 mg kalsium, 1,2 mg besi, dan lemak, karoten, tiamin, dan asam askorbat dalam jumlah sangat kecil.
Tepung Sagu mengandung energi sebesar 209 kilokalori, protein 0,3 gram, karbohidrat 51,6 gram, lemak 0,2 gram, kalsium 27 miligram, fosfor 13 miligram, dan zat besi 0,6 miligram.  Selain itu di dalam Tepung Sagu juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,01 miligram dan vitamin C 0 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Tepung Sagu, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.
Walaupun memiliki kandungan nutrisi yang tidak tinggi, ternyata sagu juga memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh di antaranya adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi resiko terjadinya kanker usus, memperlancar sistem pencernaan, mencegah terjadinya kanker paru-paru, dan mengurangi kegemukan.
Sagu juga memiliki sifat yang tidak mudah menjadi kadar glukosa di dalam darah sehingga cukup dianjurkan untuk penderita penyakit diabetes. Kemudian serat pangan yang terdapat di dalamnya memiliki zat yang berfungsi sebagai prebiotik. Sagu juga banyak dikonsumsi sebagai menu diet dengan tetap mengimbangi kandungan gizinya bersama makanan lain yang banyak mengandung protein, vitamin seperti yang terdapat dalam lauk-pauk serta sayur dan buah-buahan.
Bagi masyarakat yang sudah modern sekarang ini, tepung sagu sudah banyak diolah menjadi makanan modern seperti pancake sago, kue kering, pudding, keju sagu, ketupat sayur dan kacang hijau. Masyarakat sekarang memang telah memiliki banyak kemajuan dalam bidang teknologi karena kreativitas dan pemikirannya. Sebagai masyarakat modern, juga tidak bisa terlepas dengan alam seperti mengetahui manfaat sagu dan apa saja pengolahannya yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.    Mie Sayur
Mi (atau juga sering ditulis mie) adalah adonan tipis dan panjang yang telah digulung, dikeringkan, dan dimasak dalam air mendidih. Istilah ini juga merujuk kepada mi kering yang harus dimasak kembali dengan dicelupkan dalam air. Orang Italia, Tionghoa, dan Arab telah mengklaim bangsa mereka sebagai pencipta mi, meskipun tulisan tertua mengenai mi berasal dari Dinasti Han Timur, antara tahun 25 dan 220 Masehi. Pada Oktober 2005, mi tertua yang diperkirakan berusia 4.000 tahun ditemukan di Qinghai, Tiongkok.
Mi adalah nama generik. Orang Eropa menyebut pasta (dari bahasa Italia) secara generik, dan noodle (bahasa Inggris) untuk pasta yang berbentuk memanjang. Namun begitu, di Eropa bahan baku mi biasanya dari jenis-jenis gandum, sementara di Asia bahan baku mi lebih bervariasi. Di Asia sendiri, pasta yang dibuat selalu berbentuk memanjang. Berbagai bentuk mi dapat ditemukan di berbagai tempat. Perbedaan mi terjadi karena campuran bahan, asal usul tepung sebagai bahan baku, serta teknik pengolahan. Berikut ini adalah jenis-jenis mi (dan makanan dari mi) yang cukup dikenal.
a.       Bihun — mi asal Tiongkok, dibuat dari bahan baku tepung beras
b.      Dangmyeon — mi Korea, dari tepung ubi jalar
c.       Fetucini — mi asal Italia, mirip spageti, pipih dan lebih halus daripada linguini
d.      Ifu mie — mi asal Tiongkok, tepung terigu (gandum)
e.       Kwetiau — mi asal Tiongkok, tepung beras
f.       Lamian — mi tarik asal Tiongkok, tepung terigu (gandum)
g.      Linguini — mi asal Italia mirip spageti, pipih dan lebih halus
h.      Makaroni — mi asal Italia, dipotong pendek-pendek, melengkung dan berlubang di tengahnya
i.        Memil guksu — mi Korea, dari buckwheat, sama dengan soba
j.        Mi Cina — mi asal Tiongkok, tepung terigu
k.      Misoa — mi asal Tiongkok, terbuat dari tepung terigu
l.        Mi instan
m.    Mi sagu, tepung sagu
n.      Olchaengi guksu — mi Korea dari tepung jagung, berasal dari provinsi Gangwon-do di Korea Selatan
o.      Ramen — mi kuah dari Jepang
p.      Ramyeon — mi kuah dari Korea
q.      Reshteh — mi telur segar asal Timur Tengah
r.        Soba — mi kecoklatan dari Jepang, dari tepung buckwheat
s.       Somyeon — mi Korea dari tepung gandum yang sangat tipis, mirip dengan sōmen
t.        Soun — mi asal Tiongkok, dari tepung kacang hijau
u.      Spageti — mi asal Italia
v.      Spätzle — mi asal selatan Jerman dengan kuning telur
w.    Udon — mi asal Jepang, tepung terigu
x.      Wai Wai — mi asal India
y.      Bakmi Pundong/mie jawa — mi asal jawa, Indonesia, dari tepung ketela pohon
z.       Martabak mi — mi asal Indonesia
Kandungan gizi dalam mie (jumlah per 100 gr)
Kalori (kkal) 138
Jumlah Lemak 2,1 g
Lemak jenuh 0,4 g
Lemak tak jenuh ganda 0,6 g
Lemak tak jenuh tunggal 0,6 g
Lemak trans 0 g
Kolesterol 29 mg
Natrium 5 mg
Kalium 38 mg
Jumlah Karbohidrat 25 g
Serat pangan 1,2 g
Gula 0,4 g
Protein 4,5 g
Vitamin A 21IU
Vitamin C 0 mg
Kalsium 12 mg
Zat Besi 1,5 mg
Vitamin D 4 IU
Vitamin B6 0 mg
Vitamin B12 0,1 µg
Magnesium 21 mg
Mie sayur adalah mie yang terbuat dari bahan bahan mie seperti biasanya dengan penambahan sayur sebagai penambah zat gizi ataupun sebagai pewarna dari mie. Mie sayur biasanya berwarna hijau, orange, ungu atau merah sesuai dengan jenis sayur yang ditambahkan.

Warna hijau yang dihasilkan biasanya berasal dari sayur-sayuran seperti bayam, sawi, kubis, brokoli, dan berbagai jenis sayuran hijau lainnya. Warna tersebut berasal dari zat hijau daun (klorofil) yang terdapat pada sayur. Untuk warna orange atau kuning diproleh dari sayur yang mengandung betakaroten seperti halnya wortel. Warna merah maupun ungu biasanya diperoleh dari umbi bit atau kubis ungu.

Kandungan gizi dari mie sayur akan lebih baik dibandingkan dengan mie yang biasanya ada dipasaran. Walaupun kandungan gizinya akan lebih sedikit dibandingkan dengan sayur yang dimasak dengan cara biasanya, namun jika ditambahkan dalam pembuatan mie juga zat gizinya tidak semuanya akan hilang.

Mie sayur ini memiliki rasa yang berbeda dibandingkan dengan mie yang biasanya dijual dipasaran. Hal ini disebabkan karena adanya penambahan sayur dalam adonan pembuatan mie. Cita rasa dari mie yang dihasilkan tergantung dengan jenis sayur yang ditambahkan dalam adonan. Selain itu, mie sayur dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif bagi yang kurang menyukai beberapa jenis sayur sayuran namun membutuhkan asupan sayuran. Sehingga mie ini akan membantu dalam masalah tersebut.











BAB III
PROSES PENGOLAHAN
3.1.Alat


1.        Baskom Plastik
2.        Blender
3.        Spatula
4.        Penggiling
5.        Soblok
6.        Kompor
7.        Staples
8.        Timbangan
9.        Gelas Ukur



3.2.   Formulasi
1.      Tepung Terigu segitiga biru            100 gr
2.      Tepung sagu                                   20  gr
3.      Daun bayam                                   20  gr
4.      Telur                                               1 butir
5.      Garam                                             2    gr
6.      Air                                                  20-30 ml
3.3.  Cara Kerja
1.      Memblender daun bayam dengan 10 ml air,
2.      Mengkocok telur dengan menambah garam hingga garam dan telur tercampur rata,
3.      Mencampur bahan bahan berupa tepung terigu, tepung sagu, bayam yang telah diblender, serta telur yang telah dikocok, kemudian menguleni dengan menambah air sedikit demi sedikit hingga permukaan halus, dan mendiamkan selama 15 menit,
4.      Mengiling tipis adonan menggunakan penggiling mie dari ketebalan 1-7,
5.      Memotong hasil giling menggunakan pemotong mie,
6.      Mengemas mie menggunakan plastik mika kemudian menutupnya dengan staples




3.4. Diagram Alir
 Air                  Daun Bayam               Telur, Garam                Tp. Terigu,
         Tp. Sagu
                               Penghancuran           Penyimpanan                 Penyimpanan
                              Bubur Bayam              Pengocokan                  Penimbangan
Air
        Pengulenan
       Penggilingan
       Pemotongan
                Mie Basah
                                                 Pengemasan                    Distribusi   




3.5. Analisa Ekonomi
No
Bahan
Jumlah
Harga
1.
Tepung terigu segitiga biru
100 gr
Rp     950,-
2.
Tepung sagu
20 gr
Rp     200,-
3.
Bayam
20 gr
Rp     500,-
4.
Telur
1 butir
Rp  1.500,-
5.
Garam
2 gr
Rp       50,-
6.
Kemasan + label
4 lembar
Rp   2000,-
Total harga bahan        
Rp  5.400,-



No
Spesifikasi
Biaya
1.
Bahan
Rp   5.400,-
2.
BBM
Rp   2.000,-
3.
Naker
Rp   2.000,-
Total biaya produksi
Rp   9.400,-




BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.      Tabel Pengamatan
No.
Karakteristik
Hasil Praktik
Praktik 1
Praktik 2
Praktik 3
1.
Aroma
bayam dan bawang
bayam dan bawang
bayam dan bawang
2.
Bentuk
tipis dan panjang
tipis dan panjang
tipis dan panjang
3.
Rasa
khas bayam
khas bayam
khas bayam
4.
Tekstur
kurang kenyal
kenyal
kenyal
5.
Warna
hijau muda
hijau muda
hijau muda

4.2.      Faktor Yang Mempengaruhi
a.       Aroma
Dalam pelaksanaan praktikum 1, 2, dan 3 yang telah dilakukan diperoleh aroma yang sama yaitu aroma bayam dan bawang, dikarenakan ada penambahan bahan tersebut dalam adonan.
b.      Bentuk
Bentuk yang dihasilkan dari praktikum 1, 2, dan 3 yang dilakukan adalah bentuk umum dari mie yaitu tipis dan panjang.
c.       Rasa
Rasa yang dihasilkan dari praktikum 1, 2, dan 3 sama yaitu rasa khas bayam. Hal ini dikarenakan penggunaan bayam sebagai perasa dari mie yang di produksi.
d.      Tekstur
Tekstur pada praktikum pertama dihasilkan tekstur yang kurang kenyal. Hal ini disebabkan karena penambahan tepung sagu yang belum tepat. Sedangkan pada praktikum selanjutnya penggunaan tepung sagu sudah diperbaiki dan menjadi formulasi yang lebih baik dibandingkan formulasi pertama.
e.       Warna
Warna dari mie yang dihasilkan pada praktikum 1, 2, dan 3 yaitu sama. Hal ini dikarenakan penggunaan daun bayam yang juga digunakan sebagai pewarna utama.
4.2.   Titik Kritis
a.       Pengulenan
Dalam pembuatan mie terdapat proses pengulenan didalamnya. Pengulenan dilakukan untuk mencampurkan semua bahan agar menjadi adonan yang kalis. Proses ini dilakukan dengan mencampur secara terus menerus dengan tangan hingga terbentuk adonan padat. Dalam penambahan bubur bayam harus ditambahkan sedikit demi sedikit agar didapatkan adonan yang sesuai. Apabila terlalu banyak penambahan bubur bayam, maka akan dihasilkan adonan yang tidak padat.
b.      Penggilingan
Penggilingan dilakukan secara bertahap dari ukuran tebal hingga ukuran yang lebih tipis. Padaa setiap penggilingan dilakukan berulang ulang agar diperoleh lembaran tipis yang halus. Pada penggilingan terakhir lembaran yang dihasilkan ditaburi sedkit tepung agar tidak lengket saat dilakukan pemotongan mie.
4.3.      Keunggulan
a.       Belum banyak terdapat dipasaran,
b.      Kandungan gizi dari mie sayur akan lebih baik dibandingkan dengan mie yang biasanya ada dipasaran,
c.       Menggunakan bahan yang mudah didapatkan dengan harga yang terjangkau,
d.      Produk dapat dikonsumsi oleh semua kalangan,
e.       Menjadi salah satu alternatif bagi mereka yang kurang menyukai sayuran terutama bagi anak kecil.



BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1.      Simpulan
Mie sayur ini menjadi salah satu alternatif bagi mereka yang kurang menyukai sayuran terutama bagi anak kecil. Banyak anak kecil yang kurang menyukai makan sayuran. Dengan cara memasukan sayuran dalam adonan mie, dapat menambah asupan gizi. Kandungan gizi dari mie sayur akan lebih baik dibandingkan dengan mie yang biasanya ada dipasaran. Selain itu menggunakan bahan yang mudah didapatkan dengan harga yang terjangkau, dan juga produk ini dapat dikonsumsi oleh semua kalangan.
Formulasi yang terbaik dari praktikum yang telah kami lakukan adalah pada praktikum ke 2 dan 3. Dikarenakan pada praktikum ke 2 telah menggunakan bahan yang paling tepat dibandingkan praktik sebelumnya.
5.2.      Saran
a.       Dalam penambahan daun bayam sebagai penambah rasa dan warna sebaiknya dilakukan perlakuan blanching terlebih dahulu, agar tidak berbau langu,
b.      Agar produk lebih tahan lama setelah dihasilkan mie basah dilakukan pengeringan menggunakan cabinet dryer atau dengan sinar matahari langsung,
c.       Pada saat mie akan dilakukan perebusan maupun pengukusan ditambah dengan minyak agar mie tidak lengket.



DAFTAR PUSTAKA
Anonim. Serealia. id.wikipedia.org. Diakses tanggal 17 Januari 2016 pukul 14.33 WIB
Anonim. Sayuran. id.wikipedia.org. Diakses tanggal 17 Januari 2016 pukul 14.31 WIB
Anonim. Sagu. id.wikipedia.org. Diakses tanggal 17 Januari 2016 pukul 14.35 WIB
Anonim. Gandum. id.wikipedia.org. Diakses tanggal 17 Januari 2016 pukul 14.41 WIB
Anonim. Bayam. id.wikipedia.org. Diakses tanggal 17 Januari 2016 pukul 14.47 WIB
Anonim. 1970. Isi Kandungan Gizi Tepung Sagu Komposisi Nutrisi Bahan Makanan. www.organisasi.org. Diakses tanggal 17 Januari 2016 pukul 14.36 WIB
Anonim. 1970. Isi Kandungan Gizi Tepung Terigu Komposisi Nutrisi Bahan Makanan. www.organisasi.org. Diakses tanggal 17 Januari 2016 pukul 14.39 WIB
Anonim. Kandungan Nutrisi Bayam dan Tomat. www.tipscaramanfaat.com. Diakses tanggal 17 Januari 2016 pukul 14.50 WIB
Anonim. 2013. Manfaat Nutrisi yang Terkandung dalam Bayam. www.aura-ilmu.com. Diakses tanggal 17 Januari 2016 pukul 14.51 WIB
Anonim. 1970. Isi Kandungan Gizi Bayam Komposisi Nutrisi Bahan Makanan. www.organisasi.org. Diakses tanggal 17 Januari 2016 pukul 14.57 WIB
Anonim. 2015. Manfaat Tepung Sagu Untuk Kesehatan. www.kesehatanpedia.com. Diakses tanggal 17 Januari 2016 pukul 14.53 WIB



Tidak ada komentar:

Posting Komentar